Surabaya, November 2025 – Dalam dunia teknologi informasi, fokus pembahasan keamanan biasanya lebih banyak mengarah pada perangkat lunak, jaringan, serta praktik keamanan siber secara umum. Namun, ada satu aspek yang sering kali diabaikan, yaitu keamanan perangkat keras. Padahal, perangkat keras adalah fondasi dari seluruh sistem teknologi informasi. Tanpa perangkat keras yang aman, perlindungan perangkat lunak sekalipun tidak akan optimal.
Bagi mahasiswa teknologi informasi, pemahaman mengenai keamanan perangkat keras sangatlah penting. Hal ini karena ancaman terhadap perangkat keras dapat berdampak langsung pada kinerja sistem, integritas data, bahkan kelangsungan sebuah layanan. Sayangnya, perhatian terhadap isu ini sering tertinggal dibandingkan topik-topik seperti pemrograman, jaringan, atau keamanan aplikasi.
Salah satu contoh isu dalam keamanan perangkat keras adalah serangan fisik terhadap perangkat. Laptop, server, atau perangkat penyimpanan yang tidak terlindungi secara fisik bisa dengan mudah dicuri atau dimodifikasi. Data sensitif yang tersimpan di dalamnya dapat jatuh ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab. Selain itu, ada pula ancaman berupa manipulasi komponen, seperti pemasangan hardware berbahaya yang dapat menyusupkan malware atau merekam aktivitas pengguna.
Isu lain yang juga relevan adalah kelemahan pada firmware. Firmware merupakan perangkat lunak yang tertanam di perangkat keras, misalnya BIOS atau UEFI pada komputer. Jika firmware ini disusupi oleh program berbahaya, maka sistem bisa dikendalikan sejak tahap paling dasar sebelum sistem operasi dijalankan. Ancaman seperti ini sangat sulit dideteksi dengan perangkat lunak keamanan biasa.
Mahasiswa TI seharusnya menyadari bahwa keamanan perangkat keras bukan hanya urusan produsen, tetapi juga pengguna. Ada beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan untuk meningkatkan keamanan perangkat keras, seperti mengaktifkan enkripsi pada media penyimpanan, mengatur akses fisik dengan baik, serta melakukan pembaruan firmware secara rutin. Selain itu, penting juga untuk memahami bagaimana perangkat keras dapat menjadi pintu masuk serangan dan mempelajari strategi mitigasinya.
Dengan memahami dan memperhatikan aspek keamanan perangkat keras, mahasiswa TI dapat memiliki wawasan yang lebih menyeluruh tentang keamanan sistem informasi. Hal ini tidak hanya berguna secara akademis, tetapi juga memberikan bekal berharga ketika terjun ke dunia kerja yang semakin menuntut kesadaran penuh terhadap keamanan teknologi.
Keamanan perangkat keras bukanlah isu yang bisa diabaikan. Justru, inilah pondasi yang memastikan bahwa seluruh lapisan keamanan lainnya dapat berjalan dengan baik. Bagi mahasiswa TI, menaruh perhatian pada isu ini adalah langkah strategis untuk menjadi profesional yang lebih siap menghadapi tantangan di bidang teknologi informasi.
Penulis: Fujiyama / Foto: Pexels