Surabaya, November 2025 – Di tengah pesatnya pertumbuhan industri digital, profesi Product Manager (PM) menjadi salah satu yang paling diminati di dunia startup. Tidak hanya karena perannya yang strategis, tetapi juga Karena pengaruh besar yang dimiliki terhadap arah, bentuk, dan keberhasilan produk digital. Seorang Product Manager adalah jembatan antara ide, teknologi, dan kebutuhan pengguna. Lalu, bagaimana sebenarnya cara menjadi Product Manager dan keterampilan apa saja yang harus dimiliki?
Product Manager bertanggung jawab atas strategi, perencanaan, dan pengembangan produk. Mereka mengidentifikasi masalah pengguna, menentukan prioritas fitur, dan berkolaborasi dengan tim bisnis, desain, serta engineering untuk menghadirkan produk yang bernilai.
Pada intinya, Product Manager memastikan bahwa produk:
- dibutuhkan pengguna,
- dapat diwujudkan secara teknis,
- dan selaras dengan tujuan bisnis perusahaan.
1. Pahami Peran dan Tanggung Jawab Seorang PM
Langkah pertama menjadi Product Manager adalah memahami apa yang sebenarnya dikerjakan. PM memimpin visi produk, mengatur roadmap, serta mengambil keputusan terkait fitur berdasarkan riset dan data. Mereka adalah “navigator” perjalanan sebuah produk dari ide hingga rilis.
2. Kuasai Dasar-Dasar Produk dan Bisnis
Pemahaman terhadap cara kerja produk digital adalah modal utama. Ini termasuk:
- alur pengguna (user journey),
- model bisnis digital,
- analisis kompetitor,
- dan tren pasar.
PM harus mampu memastikan bahwa produk yang diciptakan memiliki nilai yang benar-benar dibutuhkan dan layak secara bisnis.
3. Asah Komunikasi dan Kolaborasi
Karena bekerja lintas divisi, Product Manager harus pandai menyampaikan ide dengan jelas, mendengarkan masukan, dan menyatukan berbagai perspektif. Soft skill ini menjadi salah satu kunci utama kesuksesan seorang PM.
4. Kuasai Kemampuan Analisis Data
Keputusan produk terbaik tidak berdasarkan intuisi semata. PM harus memahami:
- metrik produk,
- perilaku pengguna,
- conversion funnel,
- dan penggunaan alat analisis seperti Google Analytics, Mixpanel, atau Amplitude.
Data menjadi dasar dalam menentukan langkah pengembangan selanjutnya.
5. Pelajari Metodologi Manajemen Produk
Sebagian besar startup menggunakan metode pengembangan seperti Agile atau Scrum. PM harus memahami cara kerja sprint, backlog, prioritas fitur, hingga user stories agar koordinasi dengan tim berjalan efektif.
6. Tingkatkan Pemahaman Teknologi
PM tidak wajib bisa coding, tetapi wajib memahami:
- dasar-dasar teknologi web dan mobile,
- API,
- sistem arsitektur sederhana,
- dan keterbatasan teknis tim engineering.
Pemahaman ini membuat diskusi dengan engineer lebih produktif dan keputusan teknis lebih akurat.
7. Bangun Pengalaman Praktis
Pengalaman adalah guru terbaik. PM pemula bisa memulai dengan:
- berpartisipasi dalam proyek kampus,
- internship di startup,
- hackathon atau kompetisi bisnis,
- menjadi asisten produk di organisasi mahasiswa,
- atau mengerjakan mini project pribadi.
Pengalaman nyata membuat calon PM memahami tantangan sesungguhnya dalam mengelola produk.
8. Terus Belajar dan Peka terhadap Tren
Dunia teknologi berubah cepat. Product Manager harus memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan terbuka terhadap pembelajaran baru, baik terkait teknologi, perilaku pengguna, maupun perubahan pasar. Belajar terus menerus adalah bagian penting dari perjalanan seorang PM.
Menjadi Product Manager berarti siap berperan sebagai penghubung antara bisnis, pengguna, dan teknologi. Profesi ini menawarkan tantangan besar sekaligus peluang karier yang luas. Dengan kombinasi keterampilan bisnis, komunikasi, analisis, serta pemahaman teknologi, siapa pun dapat membangun karier yang kuat dan berpengaruh sebagai Product Manager, terutama di dunia startup yang dinamis.
Penulis: Fujiyama / Foto: Pexels