Menyelami Kripto: Pengertian, Manfaat, dan Peluang Bagi Mahasiswa IT

Surabaya, Maret 2024 – Dunia teknologi kripto telah menjadi sorotan utama dalam beberapa tahun terakhir, menarik minat dan perhatian tidak hanya dari kalangan investor, tetapi juga dari para ahli teknologi. Terlebih di tahun 2024 dimana salah satu aset kripto yang utama yakni Bitcoin mengalami kenaikan yang luar biasa hingga mencetak harga tertinggi baru atau all-time high (ATH) yang membuat banyak mata dunia tertuju pada kripto. Lalu sebenarnya, apakah kripto itu sendiri dan apakah ada peluang bagi para mahasiswa khususnya yang bergelut dalam bidang IT?

Salah satu platform penggunaan mata uang digital yakni Coinbase mengartikan kripto sebagai uang digital terdesentralisasi yang dirancang untuk digunakan melalui internet. Memahami lebih lanjut, kripto adalah bentuk mata uang digital yang menggunakan teknologi kriptografi untuk mengamankan transaksi, mengontrol penciptaan unit tambahan, dan memverifikasi transfer aset. Ini berbeda dengan mata uang konvensional karena tidak bergantung pada otoritas sentral seperti bank atau pemerintah.

Kripto berjalan di atas teknologi blockchain yang akan mencatat transaksi secara terdesentralisasi dan transparan dimana semua orang dapat mengaksesnya dalam sebuah jaringan yang terdiri dari banyak node.

Manfaat Kripto

  • Desentralisasi: Kripto memungkinkan pengguna untuk mengirim dan menerima pembayaran tanpa perantara, menghilangkan ketergantungan pada bank atau lembaga keuangan tradisional.
  • Keamanan: Teknologi blockchain yang mendasari kripto memberikan tingkat keamanan yang tinggi, mengurangi risiko pencurian atau manipulasi data.
  • Transparansi: Transaksi kripto direkam secara permanen dalam blockchain yang terdesentralisasi, memungkinkan semua pihak untuk melacak dan memverifikasi setiap transaksi.
  • Biaya Rendah: Biaya transaksi kripto umumnya lebih rendah dibandingkan dengan transfer uang tradisional, terutama untuk transaksi lintas batas.

Lalu bagaimana peluang mahasiswa dalam dunia kripto? Tidak seperti masyarakat umum yang kebanyakan hanya melakukan investasi saja namun sebagai mahasiswa di bidang IT akan memungkinkan mereka mengembangkan mata uang kripto sendiri.

Berikut beberapa peluang kripto bagi mahasiswa:

1. Pengembangan Platform dan Aplikasi Kripto

Blockchain adalah dasar dari sebagian besar mata uang kripto dan aplikasi terkait. Mahasiswa IT dapat mempelajari teknologi blockchain untuk memahami konsep dasar, seperti struktur data yang terdistribusi, konsensus, dan enkripsi. Pengetahuan tentang blockchain tidak hanya berguna dalam pengembangan mata uang kripto, tetapi juga dalam aplikasi lain seperti manajemen rantai pasokan, voting online, dan bukti kepemilikan digital.

Sebagai contoh, pengembangan Aplikasi dan Kontrak Pintar (Smart Contracts) Ethereum, salah satu platform blockchain terkemuka, memungkinkan pembuatan kontrak pintar yang otomatis dan terdesentralisasi. Mahasiswa IT dapat mempelajari bahasa pemrograman seperti Solidity untuk mengembangkan kontrak pintar yang dapat digunakan dalam berbagai skenario, mulai dari sistem pembayaran hingga manajemen aset digital. Kemampuan ini dapat membuka peluang dalam pengembangan aplikasi DeFi (Decentralized Finance) dan platform blockchain lainnya.

2. Keamanan Kripto dan Penelusuran Jejak Digital:

Dengan meningkatnya kasus kejahatan kripto dan penipuan online, keahlian dalam keamanan kripto dan penelusuran jejak digital menjadi semakin penting. Mahasiswa IT dapat mempelajari teknik enkripsi, analisis forensik digital, dan keamanan jaringan untuk melacak transaksi kripto yang mencurigakan atau mengamankan dompet digital dari serangan hacker. Keahlian ini dapat diterapkan dalam industri keamanan informasi atau layanan konsultasi forensik digital.

3. Analisis Data dan AI untuk Kripto

Kripto menghasilkan banyak data yang dapat dianalisis untuk mengidentifikasi tren pasar, pola perilaku pengguna, dan potensi kecurangan. Mahasiswa IT dapat memanfaatkan keterampilan dalam analisis data dan kecerdasan buatan (AI) untuk mengembangkan algoritma perdagangan, prediksi harga, atau deteksi anomali.

4. Kolaborasi dalam Proyek Open Source

Bergabung dengan komunitas pengembang kripto open source adalah cara yang baik bagi mahasiswa untuk memperluas pengetahuan dan keterampilan mereka dalam teknologi kripto.

5. Pengembangan Aplikasi Finansial Berbasis Kripto

Dengan pertumbuhan DeFi dan aplikasi finansial terdesentralisasi lainnya, mahasiswa IT memiliki kesempatan untuk mengembangkan aplikasi yang memanfaatkan teknologi kripto untuk meningkatkan aksesibilitas dan efisiensi layanan keuangan. Mulai dari platform pinjaman dan pertukaran terdesentralisasi hingga aplikasi investasi dan manajemen portofolio, mahasiswa IT dapat berperan aktif dalam merancang solusi-solusi inovatif untuk kebutuhan finansial yang berkembang.

Memahami dan menguasai teknologi kripto bukan hanya tentang memperoleh pengetahuan tentang mata uang digital, tetapi juga tentang membuka pintu menuju peluang karier yang beragam. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang tepat, mahasiswa dapat berperan dalam mengembangkan solusi inovatif dalam industri kripto yang terus berkembang, serta menghadirkan dampak positif dalam transformasi digital global.

Terlebih lagi di Telkom University Surabaya juga terdapat mata kuliah kriptografi di program studi Teknologi Informasi dimana TelUtizen akan mempelajari hal paling mendasar dalam metode kriptografi, yakni blockchain. Sebagai contoh, bagaimana merancang, mengimplementasi, menguji dan men-debug sebuah sandi blok sederhana. Mengenal beberapa jenis algoritma kriptografi klasik dan modern. Serta berbagai keahlian teknis lainnya.

Penulis: Fujiyama | Foto: Pexels