Surabaya, Desember 2025 – Program Studi Teknik Logistik bersama Program Studi Informatika melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di PT Tamaddun Inti Perkasa, perusahaan produsen bumbu penyedap Halawa yang berlokasi di Kota Mojokerto. Kegiatan ini dilaksanakan pada 8 Desember 2025 dan menjadi wujud sinergi lintas disiplin dalam mendukung peningkatan efektivitas serta kerapian proses kerja industri lokal melalui pemanfaatan teknologi informasi.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan oleh tim dosen lintas program studi, yang terdiri atas Nisa Isrofi, S.T., M.T. dan Dr. Erly Ekayanti Rosyida, S.T., M.T., CRMP dari Program Studi Teknik Logistik, serta Rizky Fenaldo Maulana, S.Kom., M.Kom. dari Program Studi Informatika. Kolaborasi ini bertujuan memberikan pendampingan yang komprehensif, baik dari sisi manajemen logistik, proses bisnis, maupun penerapan sistem informasi berbasis ERP.
Dalam kegiatan tersebut, tim dosen dan mahasiswa dari kedua program studi memberikan pelatihan penggunaan aplikasi Odoo, sebuah sistem manajemen bisnis terpadu atau Enterprise Resource Planning (ERP) yang dirancang untuk membantu perusahaan mengelola berbagai proses operasional secara terintegrasi. Odoo dipilih karena mudah dipelajari, fleksibel, dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan skala kecil hingga menengah.
Pelatihan dilaksanakan menggunakan panduan Modul Odoo 2025 dan diawali dengan pengenalan konsep dasar ERP, integrasi data, serta peran sistem informasi dalam mendukung efisiensi operasional. Peserta dibekali pemahaman mengenai perbedaan antara sistem pencatatan manual dengan sistem digital berbasis Odoo, khususnya dalam hal kecepatan, ketepatan, dan ketersediaan data secara real time.
Materi pelatihan disampaikan secara bertahap dan aplikatif dengan mencakup beberapa modul utama Odoo, yaitu Modul Manufaktur, Inventaris, Penjualan, Pembelian, Akuntansi, serta Point of Sales (POS). Pada Modul Manufaktur, peserta mempraktikkan pembuatan Bill of Materials (BOM) dan Manufacturing Order sebagai dasar pengelolaan proses produksi. Modul Inventaris digunakan untuk mengatur dan memantau stok bahan baku serta barang jadi agar pencatatan persediaan lebih akurat dan tertata.
Selanjutnya, melalui Modul Pembelian dan Penjualan, peserta dilatih membuat Purchase Order, penawaran, hingga transaksi penjualan secara terintegrasi. Modul Akuntansi digunakan untuk melakukan pencatatan dan pengecekan pembayaran, sementara Modul Point of Sales (POS) diperkenalkan sebagai solusi pencatatan transaksi penjualan yang lebih cepat dan praktis. Seluruh materi disampaikan menggunakan contoh kasus nyata dari proses bisnis PT Tamaddun Inti Perkasa sehingga mudah dipahami dan langsung dapat diterapkan.
Melalui pelatihan ini, PT Tamaddun Inti Perkasa diharapkan mampu mengurangi kesalahan pencatatan manual, mempercepat alur produksi, serta memantau pergerakan bahan baku dan produk jadi secara lebih transparan. Pemanfaatan sistem Odoo juga memungkinkan manajemen perusahaan memperoleh informasi operasional secara cepat dan akurat sebagai dasar pengambilan keputusan.
Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui penguatan produktivitas dan efisiensi kerja di industri lokal, SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) melalui penerapan teknologi ERP sebagai bagian dari inovasi proses bisnis dan penguatan infrastruktur digital perusahaan, serta SDG 12 (Responsible Consumption and Production) karena sistem inventaris dan manufaktur yang lebih tertata membantu mengurangi pemborosan bahan baku, meningkatkan akurasi produksi, dan mendorong praktik operasional yang lebih bertanggung jawab.
Penulis: Fujiyama / Foto: Dokumentasi Public Relations