Surabaya, Januari 2026 – Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Telkom University Kampus Surabaya melaksanakan program edukatif berbasis teknologi di SLB Bina Mandiri sepanjang Agustus hingga Desember 2025. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi digital dan kemandirian siswa berkebutuhan khusus melalui pendampingan pembelajaran yang adaptif dan inklusif.
Program ini merupakan kolaborasi antara Program Studi S1 Teknologi Informasi dan S1 Software Engineering Telkom University Surabaya yang dirancang berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan. Pendekatan pembelajaran dilakukan melalui sesi interaktif, penggunaan media belajar berbasis teknologi, serta pendampingan langsung di kelas agar materi mudah dipahami dan relevan dengan kemampuan siswa.
Ketua tim Abdimas Yohanes Setiawan menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada transfer teknologi, tetapi juga pada pemberdayaan sekolah,
“Program ini kami rancang sebagai pendampingan berkelanjutan, bukan sekadar kunjungan. Teknologi kami posisikan sebagai alat bantu agar siswa lebih percaya diri dan mandiri dalam proses belajar,”
Kegiatan dilaksanakan di lingkungan SLB Bina Mandiri dengan melibatkan dosen dan mahasiswa dari kedua program studi. Tim dosen terdiri atas Dewi Rahmawati, Arni Muarifah Amri, Achmad Muzakki, dan Mastuty Ayu Ningtyas, sementara mahasiswa yang terlibat antara lain Muhammad Asthi Seta Ari Yuwana, Rifqi Reissal Arasy, Stevan Andreas, Siti Nafiatul Fauziah, dan Michael Angello Qadosy Riyadi. Mahasiswa berperan aktif sebagai pendamping siswa, fasilitator aktivitas kelas, serta pengembang media pembelajaran.
Rangkaian kegiatan diawali dengan survei dan diskusi kebutuhan bersama pihak sekolah. Hasil analisis tersebut digunakan sebagai dasar penyusunan materi dan metode pembelajaran yang kemudian diimplementasikan secara bertahap. Selama pelaksanaan, tim juga melakukan evaluasi berkala untuk memastikan efektivitas pendekatan yang digunakan.
Dari sisi mahasiswa, kegiatan ini menjadi pengalaman belajar bermakna.
“Melalui kegiatan ini kami belajar bahwa teknologi bisa benar-benar berdampak jika disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Berinteraksi langsung dengan siswa SLB memberi kami perspektif baru tentang inklusivitas,” ungkap Stevan Andreas, mahasiswa peserta Abdimas.
Secara keseluruhan, program ini memberikan dampak positif bagi siswa dan guru SLB Bina Mandiri. Siswa menunjukkan peningkatan partisipasi dan rasa percaya diri, sementara guru memperoleh tambahan wawasan serta media pembelajaran yang aplikatif dan berkelanjutan.
Kegiatan ini juga selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui penguatan pembelajaran inklusif, SDG 10 Berkurangnya Kesenjangan dengan membuka akses pendidikan berbasis teknologi bagi siswa berkebutuhan khusus, serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan institusi pendidikan khusus.
Sebagai penutup rangkaian program, dilakukan serah terima hasil kegiatan kepada pihak SLB Bina Mandiri sebagai simbol komitmen keberlanjutan kerja sama. Telkom University Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi pendidikan yang inklusif dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Penulis: Fujiyama / Foto: Dokumentasi Public Relations