Surabaya, Desember 2025 – Telkom University Kampus Surabaya secara resmi menyerahkan hasil program Hibah IEEE kepada Panti Asuhan Al Kaaf, Kota Malang, melalui acara berjudul “Handover Ceremony Boostinh Eco Friendly Framland Productivity for Food Resilience at Al-Kaaf Orphanage” pada Senin (15/12/2025), sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan panti lewat sistem pertanian terintegrasi berbasis teknologi yang hemat lahan, hemat energi, dan mudah dioperasikan oleh pengelola serta anak asuh. Serah terima ini dilakukan oleh direktur Telkom University Kampus Surabaya yakni Dr. Mohammad Yanuar Hariyawan, S.T., M.T. yang didampingi oleh tim lapangan yakni Dr. Helmy Widyantara, S.Kom., M.Eng.
Sementara itu, program pengabdian masyarakat ini diketuai oleh Khodijah Amiroh, S.ST., M.T. dan diserahterimakan kepada pihak panti yang dipimpin Moh Abdullah Yazid, dengan keluaran utama berupa instalasi aquaponik di atas kolam ikan, kandang ayam petelur, panel surya, serta sistem pemantauan IoT yang menampilkan data sensor pada dashboard agar kondisi budidaya dapat dipantau secara real time oleh pengguna non teknis. Panti Asuhan Al Kaaf sendiri dipilih karena telah menaungi sekitar 170 anak yatim dan dhuafa dan harus menyiapkan 340 porsi makan bergizi setiap hari, sementara ketergantungan pada donasi membuat ketersediaan pangan berfluktuasi dan berisiko terhadap keberlanjutan operasional panti. Di sisi lain, lahan panti belum termanfaatkan optimal dan budidaya ikan nila yang berjalan masih terbatas, sehingga program ini dirancang untuk meningkatkan produksi pangan sekaligus mendorong kemandirian panti melalui penerapan teknologi tepat guna yang terintegrasi.
Ketua pengabdian Masyarakat ini, Khodijah Amiroh, S.ST., M.T. menyampaikan, “Program ini kami rancang supaya panti punya sumber pangan yang stabil, bukan hanya bergantung pada donasi. Hari ini kami serahkan sistemnya sekaligus SOP dan pelatihannya, agar pengelola dan adik adik bisa menjalankan secara mandiri.”
Melalui desain integrated farming system, program menargetkan peningkatan produksi pangan dari tiga sumber utama, yakni ikan, sayur, dan telur. Khodijah menjelaskan bahwa apa yang timnya bangun bukan sekadar instalasi tapi ekosistem. Aquaponik, ayam petelur, dan energi surya terhubung dengan pemantauan IoT, jadi keputusan perawatan bisa cepat dan berbasis data.
Teknologi pemantauan menjadi ciri khas program sejalan dengan misi IEEE terkait pemanfaatan teknologi berkelanjutan untuk manfaat masyarakat.
Sistem menggunakan mikrokontroler ESP32 dan jaringan sensor untuk membaca parameter seperti suhu, pH, TDS, kelembapan, dan ketinggian air, kemudian divisualisasikan pada dashboard berbasis web atau mobile yang dilengkapi peringatan dini untuk mendeteksi anomali, misalnya penurunan kualitas air atau risiko luapan. Sistem dirancang modular, memiliki opsi manual override, dan menerapkan sensor redundancy untuk meningkatkan keandalan, serta mengusung pendekatan open source dengan rencana publikasi kode, diagram, dan dokumentasi teknis melalui repositori GitHub agar dapat direplikasi komunitas lain.
Moh Abdullah Yazid selaku kepala panti menyampaikan, “Bagi kami, ini bukan proyek yang berhenti saat serah terima. Ada panduan dan pendampingan, jadi kami lebih percaya diri untuk merawat, memanen, dan mengelola hasilnya.”
Pelaksanaan program dirancang selama enam bulan melalui FGD asesmen dan desain, fase implementasi instalasi dan integrasi perangkat, penyusunan SOP operasional dan perawatan, pelatihan staf serta anak asuh terkait pengoperasian IoT dan perawatan panel surya, hingga evaluasi akhir dan pendampingan strategi penjualan hasil panen. Keberlanjutan program didorong melalui penguatan kapasitas internal panti dan dukungan finansial dari penjualan surplus, dengan proyeksi potensi pendapatan tahunan sekitar $4.500 untuk membantu pembiayaan pakan, bibit, dan perawatan.
Dalam pelaksanaannya, risiko terkait keselamatan listrik, potensi luapan air, dan gangguan sistem dimitigasi melalui pemasangan oleh tenaga terlatih, pelatihan keselamatan, penyediaan APD, penggunaan sensor dan automatic shutoff, serta perawatan berkala. Program telah memperoleh persetujuan pengelola panti melalui Letter of Support dan Minutes of Meeting, serta tidak memerlukan izin tambahan karena tidak melibatkan pengumpulan data sensitif.
Program Hibah IEEE ini juga berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals, terutama SDG 2 Tanpa Kelaparan, SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 7 Energi Bersih dan Terjangkau, SDG 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13 Penanganan Perubahan Iklim, serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi kampus, panti, dan dukungan Hibah IEEE dalam membangun sistem pangan mandiri yang terukur dan berkelanjutan.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim pengabdian masyarakat Telkom University Surabaya yang terdiri dari dosen antara lain: Khodijah Amiroh, S.ST., M.T., Dr. Helmy Widyantara, S.Kom., M.Eng., Moch. Iskandar Riansyah, S.ST., M.T., Bernadus Anggo Seno Aji, S.Kom., M.Kom., Philip Tobianto Daely, S.T., M.Eng., Ph.D., Mastuty Ayu Ningtyas, S.Kom., M.MT., Oktavia Ayu Permata, S.T., M.T., Arni Muarifah Amri, S.T., M.T., Achmad Muzakki S.Kom., M.Kom., Muhammad Dwi Hariyanto, dan Chyntia Tribhuana Utami, serta mahasiswa: Ahsha Aisna Al Wafi, Firda Bintari Putri Aryani, Vincentius Renji Koesnadi, Kristian Yosua Saputra, Mochammad Arif Taufiqurrahman, M. Fahmi Arya Maulana, Adinda Mariasti Dewi, Ryan Adi Saputra, Muhammad Rifqy Attaufi Pratama Nurdhiansyah, Muhammad Faruq Ramizi, M. Hanief Ardiansyah, Teguh Sambada Abriel Karisma, Bayu Rizky Pratama, Dhandy Ayangga, dan Adistya Rahayu.
Penulis: Fujiyama / Foto: Dokumentasi Public Relations