Telkom University Surabaya Perkuat Peran Dosen Wali Sambut Semester Genap 2025-2026

Surabaya, Februari 2026 -Telkom University Surabaya menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pengampuan Perkuliahan Semester Genap Tahun Akademik 2025-2026 pada Jumat, 6 Februari 2026. Forum yang dihadiri seluruh dosen aktif Kampus Surabaya ini bertujuan memperkuat kesiapan perkuliahan sekaligus menegaskan kembali peran strategis dosen wali dalam mendukung kesuksesan akademik dan personal mahasiswa.

Rapat ini menjadi langkah awal memastikan proses pembelajaran semester genap berjalan terukur, berbasis data, dan selaras dengan standar mutu institusi. Fokus utama pembahasan adalah penguatan tata kelola akademik, kesiapan kalender perkuliahan, evaluasi pembelajaran, serta optimalisasi fungsi dosen wali sebagai pengarah dan sistem peringatan dini bagi mahasiswa.

Wakil Direktur I Bidang Akademik dan Riset Kampus Surabaya, Agoes Windarto, menegaskan pentingnya konsistensi mutu dalam setiap kelas, “Kesiapan semester tidak cukup hanya administratif. Proses pembelajaran harus terukur, berbasis data, dan konsisten pada prinsip mutu agar dampaknya nyata bagi mahasiswa,” ujarnya.

Data Evaluasi Dosen oleh Mahasiswa menunjukkan tingkat kepuasan di atas 80 persen dengan kategori puas dan sangat puas mencapai 94 hingga 98 persen. Capaian ini menjadi indikator positif sekaligus pengingat pentingnya perbaikan berkelanjutan.

Semester genap dijadwalkan mulai 23 Februari 2026 dengan periode perubahan rencana studi pada 2 hingga 6 Maret 2026. Dalam rapat juga dipaparkan penguatan sistem pembelajaran berbasis OBE, kewajiban aktivitas LMS, evaluasi CLO bertahap, serta disiplin input BAP untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas proses akademik.

Selain itu, data Student Resilience Index mahasiswa berada pada angka 70,1 persen kategori moderate to high. Beberapa aspek seperti growth oriented resilience menunjukkan capaian tinggi, namun area perceived resilience dan crisis recovery menjadi perhatian untuk diperkuat melalui pendampingan yang lebih intensif.

Sesi utama menghadirkan Dr. Ir. Heroe Wijanto, Direktur Komite Transformasi Universitas Telkom. Ia menekankan bahwa dosen wali bukan sekadar peran administratif, tetapi simpul strategis dalam keberhasilan studi mahasiswa.

“Perkuliahan tidak berdiri sendiri. Ia terhubung dengan kurikulum, visi institusi, dan masa depan mahasiswa. Di sinilah dosen wali menjadi pengarah, pemantau, sekaligus penguat daya juang mahasiswa,” jelasnya.

Mengacu pada Pedoman Akademik Telkom University 2024, dosen wali memiliki tanggung jawab mulai dari persetujuan rencana studi, pemantauan kemajuan akademik, hingga pendampingan nonakademik termasuk rujukan ke layanan konseling bila diperlukan. Peran ini juga berkontribusi pada pengendalian kelulusan tepat waktu dan mitigasi risiko mahasiswa habis masa studi.

Rapat juga menyoroti perubahan kultur belajar mahasiswa di era digital, termasuk tantangan literasi membaca, eksplorasi praktik, serta penggunaan AI dalam proses belajar. Strategi penguatan literasi, storytelling berbasis riset, rutinitas membaca dan menulis, serta gamifikasi pembelajaran menjadi bagian dari solusi yang didorong dalam forum ini.

Melalui rapat pengampuan ini, Telkom University Surabaya menegaskan komitmennya untuk menghadirkan perkuliahan yang lebih adaptif, empatik, dan berdampak. Kolaborasi antara dosen pengampu, dosen wali, dan seluruh ekosistem kampus diharapkan mampu menciptakan pengalaman belajar yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga membentuk karakter dan resiliensi mahasiswa.

Semester genap 2025-2026 tidak sekadar dimulai, tetapi disiapkan dengan strategi yang matang demi memastikan mahasiswa tumbuh sebagai lulusan yang kompeten dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Penulis: Fujiyama / Foto: Dokumentasi Public Relations

Secret Link