Kolaborasi Telkom University dan ITS Hadirkan Solusi Air Bersih di Pacitan melalui Program IEEE EPICS

Surabaya, April 2026 – Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertaraf internasional melalui program IEEE Engineering Projects in Community Service (EPICS) berhasil dilaksanakan di Kabupaten Pacitan. Program ini merupakan bagian dari hibah internasional yang berfokus pada penerapan teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam penyediaan air bersih dan peningkatan sektor pertanian.

Kegiatan ini mencakup rangkaian sosialisasi, pelatihan, serta penyerahan perangkat teknologi kepada masyarakat setempat. Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa dan dosen dari Telkom University Surabaya bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sebagai bentuk sinergi antarperguruan tinggi dalam menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat.

Dari pihak Telkom University Surabaya, tim pengabdian masyarakat terdiri atas Adittama Pradipa Putra dan Aditya Firmanda Putra dari Program Studi Teknik Elektro, serta Dr. Isa Hafids, S.T., M.T., dosen Teknik Elektro. Keterlibatan tim ini memperkuat kontribusi akademisi Telkom University Surabaya dalam penerapan teknologi tepat guna yang tidak hanya relevan secara keilmuan, tetapi juga berdampak langsung bagi masyarakat.

Acara tersebut turut melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari siswa-siswi SMK, warga setempat, kelompok petani, hingga perangkat desa seperti RT, Kepala Desa, BPD, dan Camat setempat. Antusiasme peserta terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung, terutama dalam sesi yang bertujuan meningkatkan pemahaman serta keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi pendukung air bersih dan pertanian.

Dalam kegiatan ini, tim pengabdian memperkenalkan sistem berbasis energi bersih yang digunakan untuk mendukung penyediaan air bersih dan kebutuhan pertanian. Teknologi yang diterapkan meliputi pompa air sumur listrik yang terhubung dengan solar panel, perangkat pengukur kualitas air, serta alat pengukur konsumsi daya listrik. Selain penyerahan perangkat, peserta juga mendapatkan pelatihan langsung mengenai cara penggunaan dan perawatan teknologi tersebut agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Dr. Isa Hafids, S.T., M.T. menyampaikan bahwa program ini dirancang agar teknologi yang dikembangkan di lingkungan akademik benar-benar dapat menjawab kebutuhan riil Masyarakat, “Kami ingin memastikan bahwa teknologi tidak berhenti di laboratorium atau sebatas hasil penelitian, tetapi dapat diimplementasikan langsung untuk membantu masyarakat, khususnya dalam pemenuhan air bersih dan dukungan terhadap sektor pertanian,” ujarnya.

Ia menambahkan, kolaborasi lintas institusi dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci penting dalam keberhasilan program semacam ini, “Melalui IEEE EPICS, kami tidak hanya membawa perangkat, tetapi juga membangun pemahaman, keterampilan, dan rasa memiliki dari masyarakat agar solusi yang dihadirkan dapat terus digunakan dan dirawat secara mandiri,” katanya.

Berdasarkan dokumentasi kegiatan, tim pelaksana bersama masyarakat juga melakukan sesi simbolis penyerahan program yang ditandai dengan pembentangan banner kegiatan EPICS in IEEE: Solusi Air Bersih bagi Pertanian Desa Tahun 2025. Momen ini menjadi penanda kuat bahwa sinergi antara akademisi dan masyarakat dapat melahirkan solusi yang aplikatif, relevan, dan berkelanjutan.

Melalui program ini, masyarakat Pacitan diharapkan dapat semakin mandiri dalam mengelola sumber daya air sekaligus mendukung produktivitas pertanian secara berkelanjutan. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Penulis: Fujiyama / Foto: Dokumentasi Public Relations

Secret Link